Sunday, March 25, 2007

YAMAHA F1Z ’98 SALATIGA

YAMAHA F1Z ’98 SALATIGA
Lubangi As Kruk Buat Ngetrek

Kondisi motor grasstrack nggak lepas dari rombakan rangka, sebagai penguat. Maklum basis motor grasstrack, banyak memakai motor harian. So, beberapa bagian rangka ditambahi penguat oleh Eko Lontong pada F1Z geberan Milenium.

Kaki
Tampilan motor bebek digusur setelah sokbeker orsi depan digusur oleh sokbeker depan Yamaha YZ-F lengkap dengan segitiga atas bawahnya. Tampilan motor sport tampak layaknya motor trail tulen, apalagi tangki ala SE modifikasian dipasang bersanding dengan air scoop Kawak Ninja.

“Keuntungan pake sokbreker YZ-F banyak banget, lonjakan telapak kaki makin mudah diredam,” bangga Milenium. Sokbeker belakang juga nggak kalah pentingnya, dicomotnya merk KYB yang dudukan bawahnya sudah maju 10 cm. Otomatis dudukan sokbeker bagian atas ikutan maju, sebagai penyempurnaan sistem suspensi..

MESIN
Mesin juga banyak mengalami korekan. Cuman korekan mesin lebih difokuskan untuk mengejar trek, sesuai tipikal motor grass track. Seperti pemakaian piston oversize 50 dan dihantar stang piston standar lengkap dengan as kruknya.

“Daun as kruk mengalami rombakan, untuk mengejar trek. Setiap daun dibor 17 mm sebanyak 3 buah, kanan kiri. Rpm dihasilkan lebih tinggi,” yakin Eko. “Gigi rasio mengalami rombakan, gigi 1(14-31), 2(18-27), sedangkan untuk gigi 3 dan 4 nggak terlalu penting, cukup memakai yang standar,” imbuh Eko.

Silinder nggak terlalu frontal, pasalnya lagi-lagi pengaruh dengan trek. “Porting terlalu besar, trek malah jadi berat, artinya motor mesti digiring terlebih dulu,” kata Milenium. Jendela bilas naik 0,5 mm, sedangkan lebarnya cuman sisi kiri saja yang diambil 0,5 mm. Lubang bilas juga diremer 0,5 mm, mengikuti desain aslinya.

Suplai bahan bakar dilayani Mikuni kotak 24, main jet dan pilot jet rojokan. Dimaksimalkan oleh membran Daytona double membran, dengan bukaan 9 mm.

:: pid

SUZUKI TS-125 ’97 MALANG
Lubang Bilas Landai Kurangi Gas Balik

Urusan motocross di Jatim nggak lengkap, kalau belum ada Daniel Tangka, kroser asal Malang. Selain jago melumpur Daniel ternyata piawai juga nih, modifikasi Suzuki TS-125 yang tampilannya dirubah mirip motor Spesial Engine ini.

Kaki
Sok teleskopik depan digantinya milik Suzuki RM-125 lansiran 95. Tampang depan jadi cingkrang, apalagi mono sok belakang dimodifikasi model unitrack, yang mesti menurunkan dudukan bagian atas, bisa bayangkan sendiri, kan ?.

Lengan ayun standar TS-125 dipasangi tensioner yang comot dari RM-125. Ada lagi yang aneh, kick starternya pakai spesial engine juga tuh.
Pengereman juga ciamik, rem depan comot disc brake RM-125 yang dipadukan dengan tromol

TS125 buat belakang. Manjur untuk menyetop laju velg depan Excell Takasagu 18-21, dicekik Dunlop 80/100-21. Telapak kaki belakang juga velg yang sama, ukuran 140-160, dibungkus Dunlop 100/100-18.

Mesin
Urusan ini nggak usah ragu dengan Daniel, otak utamanya karbu, so dipasangnya Mikuni 28, jeroannya Syamsul, sang pembalap enggan buka mulut, termasuk membrannya dirahasiakan.

Silinder blok juga kena jarahan, tinggi lubang buang dibuat 27. Dilanjutkan knalpot RM-125 ‘94, dan diredam silincer Pro Circuit. Dinding kanan kirinya diambil 1,5 mm melebar.

Lubang bilasnya dibuat tegak, cuman sudut dibuat landai mengurangi tekanan balik gas aktif. “Jendela lubang bilas silinder TS-125 sudah banyak, jadi tinggal dipoles,” tutur Syamsul.
Lain lagi dengan lubang transfer, lubang penerus membran ini naik 2 mm tanpa merubah model sudut, diakhiri dengan polesan. Kapasitas mesin dihasilkan piston over size 50.

Bearing high speed juga dipasangi di as kruk dan stik gigi transmisi biar perputarannya jadi lancar. Disempurnakan final gir 13-50, untuk lintasan Kenjeran.

MENJAGA RPM VEGA

Biar Motor Vega Kita tetep yahud di rpm tinggi

Vega mendarat di bumi. Yang dimaksud Yamaha Vega. Toh, sesampainya di aspal, performa Vega standar kurang enak. Saat menanjak, Vega sering lelet melibas tanjakan. Tidak seperti predikatnya kuda besi luar angkasa.

Supaya mahluk luar angkasa lain nggak marah, masalah itu bisa diperbaiki. Tidak perlu penggantian komponen. Modal ngebongkar pun pakai tool-kit standar bawaan Vega. ?Trik ini sering dipakai anak muda yang punya Vega. Jangan takut bensin boros,? saran Ramdhani, kepala mekanik Yamaha Center (YC), Jakarta.

Coba pangkas pipa di boks filter udara sebagai pengarah udara ke karburator. Sebab, ?Pipa itu terlalu tinggi. Pasokan udara ke karbu terhalang. Makanya campuran udaranya kurang homogen dengan bensin,? beber Arifin, mekanik YC.

Akh, kebanyakan teori. Mendingan langsung kerja. Iye, tapi siapkan dulu tool-kit standar. Ambil obeng plus buat buka cover. Jangan lupa, urutan bukan covernya, agar mudah memasangnya kembali.

Terus buka boks filter dengan obeng kembang


Nah, di situ ada pipa boks penyaring udara dari karet. Bisa langsung dipotong. Tapi lepas dulu dari klem karburator. Dipapasnya pakai cutter atau pisau tumpul


Potong aja 2 cm diukur dari bibir atas pipa. Jangan khawatir, ini sudah dites lho,? promosi Arifin yang bermarkas di bilangan Matraman, Jakarta Timur.

Selesai pemangkasan pipa, tinggal melakukan tahap kedua. Pindahkan posisi klip jarum skep pada ulir ke-4. Jadinya, bahan bakar ngocor lebih banyak dibanding posisi standar. Ini mengimbangi pasokan udara akibat pemotongan pipa.

Oce deh, bongkar karbu. Paling enak lepas dulu slang bensin. Lepas juga baut pengikat intake-manifold dengan obeng kembang. Trus kebut kepala karburator dengan obeng plus


Lanjut, copot jarum skep. Pindahkan posisi klip


Selesai deh. Pasang lagi dengan urutan yang benar. Tinggal setel udara. Caranya, tinggikan putaran mesin sekitar 4.000 rpm. Putar mentok ke kanan sekrup udara. Lalu, putar lagi ke kiri. Patokannya 1,5 putaran dan cari lewat rpm setelan pas. Berhenti pas rpm naik dengan tajam dan berakhir dengan rata atau langsam.

Saturday, March 24, 2007

TEAM MOTOR TUNEUP

SUZUKI RG-SPORT ‘02 (JEMBER)
Utamakan Power Putaran Bawah
RG-Sport, idola para rider pasar senggol, ternyata tetap mesti dikorek biar lebih garang. Tapi korekannya mesti harus betul-betul pas.

“Gue sih demen sama Yamaha, waktu hadapi RG-Sport kelihatannya lebih handal tuh, nafasnya tak pernah kehabisan, speednya juga oke,” bilang Nur Iwan, rider pembawa bendera Inta Motor Sport di Jl. Jawa Gg IV/5, Jember.

Dari basisnya RG-Sport lebih diuntungkan, tak usah ngelihat jumlah gigi transmisinya. Bentuk mesin tegak itu aja pengaruh yang didapatkan RG-Sport sudah luar biasa, sistem pemasukan bahan bakar lebih mudah masuk ke ruang bilas, kerja mesin jadi maksimal.

Namun untuk ningkatin performance RG-Sport, kelihatannya harus bener-bener jeli menghadapi gejala perubahan yang ada. “Jangan sampai didiamkan, akibatnya bisa fatal,” ingat Nur Iwan.
Untuk jeroan mesin RG-Sport, mulai dari conecting rod, crank shaft dan piston pakai orsi tak ada yang gado-gado, “kita lebih konsekuen kejar ketahanan mesin,” ujar Indra, manager tim.

Tono dan Ambon, tukang kiliknya melandaikan sudut mulut crank case untuk mempercepat tekanan gas yang barusan dipadatkan. Porting-porting blok silinder, dioprek sesuai karakter pasar senggol.
Biar pembuangan lega untuk melibas trek pendek dan bikin pembakaran yang bersih, ekshaust manifold yang aslinya 28,5 mm, ditinggikan menjadi 24 mm dari bibir silinder.

Diteruskan dengan jalur pembuangan knalpot bikinan Thailand buat RG-Sport. Jendela ruang bilas, hanya diremer naik 0,7 mm, berkiblat dari oprekan mulut crank case serta ruang bilas model tirus, lebih besar bawah trus mengecil di bagian dalam.

Kulit jeruk di saluran masuk cuman dipoles merata. Karbu mengadopsi Mikuni plate 24, dihubungkan joint karbu Suzuki Flash yang dilengkapi tabung YEIS sebagai tampungan kembalinya gas aktif dari saluran masuk. Main jet pakai 240, memperkuat top speed. Putaran bawah digawangi pilot jet 35, “lebih gede putaran bawah lebih gesit,” analisa Ambon.

Pengapian set pakai RM-80, terurai dari magnet, fulser, CDI dan koil. Untuk saat ini memang milik RM-80 yang dapat memperbesar ampere walaupun putaran mesin yang dihasilkan masih rendah. Timing derajat pengapian diriset 8 derajat sebelum TMA, memaksimalkan putaran bawah yang kelihatannya lebih cocok di pasar senggol ala Jatim.

Begitu halnya dengan perbandingan gigi rasio, sesuai dengan Nur Iwan yang barusan naik seeded, Ambon bareng Tono mengaplikasikan perbandingan rasio berat diputaran bawahnya. “Jangan buka dulu dah, kalau dapet nyabet juara satu aja silahkan di ekspos,” timpal Nur Iwan yang juga adik kandung Muhammad Ali rider tim Moto World, Surabaya.

Kapasitas ruang bakar 10,6 cc tergolong kompresi sedang. Hal itu memaksa final gir pakai perbandingan tinggi 10 lawan 46. Semplakan baru ini dirasakan emang handal, tangga podium lima besar sering diembatnya di even kejurda.

:: pid

Yamaha F1Z-R ‘02 (Probolinggo)
Sangu Double Silinder Block
Di arena road race kelas kejurda, tim ini lumayan dikenal, pasalnya setelah tim Akas merekrut Aan, lajang dari pulau Bali tangga podium serasa direbut oleh Aan terus menerus. Jeany juga ngakui kalau Aan bener hebat.

Apalagi saat ini motor terbarunya F1Z-R lansiran ‘02, diriset oleh Andriansyah, mekanik Suzuki Denso Felix Racing Team, Jakarta. Biaya satu motor ditafsir habis Rp. 50 juta, mulai beli dari toko sampai ganti-ganti part racing.

Bukan cuman mesin aja yang dioprek, bagian rangka oleh Andriansyah juga dibenahi. Lengan ayun diperkokoh dengan adanya tambahan plat 1,5 mm disekitar dudukan sokbeker belakang.
Rangka motor juga dibikin kokoh, diberi lapisan plat dibagian dalam, “penting sekali untuk rebahan di tikungan,” terang Andriansyah ditirukan Aan.

Masalah pengabutan dicermati oleh Andriansyah. Karbu pake Mikuni plate 24, tipe Sudco lisensi Amerika dengan setingan pilot jet 25 dan main jet 230, alasannya karbu ini mempunyai jarak venturi yang cukup pendek. Dudukan jarum skep ukuran Q-0, kalau jarum skepnya 5N-13, pilihan akurat membaca irama mesin.

Diteruskan oleh pipe inlet Daytona. Konstruksinya lebih pendek dan diameternya lebih besar dengan posisi agak menyerong keluar. Membran diadopsi dari Daytona juga, dengan type double reed valve.

Lidah stoper ditekuk hingga 10,5 mm di setiap masing-masing plat lidah stoper. So pasti, buka tutup karbon dapat lebih maksimal menghantarkan gas baru yang akan diproses.

Menghindari berkurangnya tenaga saat motor berada pada putaran tinggi itu sangat penting cerocos Kiqy pendamping Aan, maka ruang bilas diperhalus. Terowongan ruang bilas yang dipoles tadi disejajarkan dengan mulut crank case yang juga dipoles.

Jendela ruang bilas, cuman dinaikkan 1,5 mm. Silinder cop nganut kompresi sedang, perbandingan kompresi dihasilkan 7,7 : 1. Stamina mesin jadi lebih tahan untuk putaran atas, nggak cepet ngedrop.

Piston mengadopsi milik FIZ merk Daytona oversize 50 dengan diameter 52,5 mm. Ternyata piston yang terlalu gede, tidak sesuai dengan suhu kota di Jatim. Jadi tiap turun balap bawa persediaan blok silinder serta piston.

Paling-paling bawa blok silinder over size 0.25 dan 0.50. “Dijamin deh jika dibarengi dengan ukuran suhu pasti ada untungnya,” terang Aan. Jika suhu sekitar sirkuit panas, paling-paling pakai piston 0.25, lebih stabil berada di putaran atas, sesuai dengan bawaan underbone yang selalu minta di rpm tinggi, kalau suhu dingin, ya sebaliknya.

Penghubung piston dengan stang tetap standard, cuman perubah gerak bolak balik piston jadi gerak putar. Kanan kirinya dicangkoki bearing high speed. Kelanjutannya saluran buang dibengkakan untuk membantu melegakan pembuangan gas bekas. Dinding bibir atas, jika diukur dari bibir silinder tinggal 26 mm.

Penerus saluran buang yang terakhir, mencomot knalpot “YY-Pang” orsi Malaysia. Knalpot ini bisa bantu mekanik, dengan model sirkuit di Jatim, dapat sedikit adaptasi yang kebanyakan tak butuh putaran menengah lebih banyak.

Untuk urusan transmisi, dipercayakan inspirasi Andriansyah, “rahasia dapur pacu,” tutur Aan, saat dikonfirmasi otre di beranda rumahnya.

Kalau baca larinya, perbandingan gigi I agak berat, gigi 2 dan 3 speed keluar, kalau gigi 4 kelihatannya masih nerusin dari akselerasi gigi 3. Setingan final gir penggerak roda 13-40, bantu mempercepat keluar tikungan di rpm 5000. Gigi primer pake standar, rangkaian kopling house standar, kampas kopling bikinan CMS.

Rangkaian pengapian lengkap ngandalkan milik Yamaha YZ-80 langsiran ‘02, mulai dari magnet, spul, fulser, cdi dan koil. Sistem pengapian ini membantu menyempurnakan pembakaran, di samping itu juga membantu kestabilan putaran mesin pada rpm atas. Fulser digeser 0,8 mm sebelum TMA, mempercepat putaran mesin waktu masih di rpm 3000.

Lumayan Jatim kini punya jagoan, hadapi pembalap Jateng Aan tak pernah gentar. Walaupun pesaingnya RG-Sport aksi rolling speednya di tikungan bikin penonton histeris, dan penunggang RG-Sport acap dibikin kalang kabut.

VARIATION

AkSESORIS VESPA CUSTOM
Bahan kulit.
BUDI MOTOR
Kebun Jeruk III/31-A Jakarta
Telp 021-6261328
Tas Rp 165 ribu
Topi Rp 44 ribu
Tas kecil tabung Rp 80 ribu
Tas kotak medium Rp 123 ribu

FAIRING NSR
Buat Tiger, Ninja, RZR, King, dll.
Bahan fiber tinggal pasang, Motif komplit : Repsol, West, Rossi Replica, King Kenny, dll.Kondom tangki + ekor + delta box Rp 850 ribu
Cover samping dan kedok lampu
Rp 1 juta.
GAJAH MOTOR
Jl. Kebun Jeruk III/36 D
Jkt 021-6392252
ALVIN MOTOR
Jl. Kol. Sugiono 16 RT 03 Banjarmasin
Telp. 265316

HELM MOTOGP
Merk INK, model anyar dengan sirip belakang, kuat dan ringan
tersedia 3 pilihan warna dan corak terbaru, ukuran M, L dan XL. Sinar Mustika, JL. Raya Arjuna 138 ruko 3 sby, (031) 5464754, 5477693.
Jatim motor
Jl. Veteran 222, Makasar.
(0411) 321958,
Bhanzar Motorsport,
Batulicin: 081.2511.0351

Rp.350.000,-

BAN TRAIL
Merk Kenda, cocok buat crosser untuk menerjang lumpur, tersedia ukuran lingkaran 16, 17, 18 dan 19
Sinar Mas,
Jl. Kalibutuh 91-A Surabaya, Telp/Fax : (031) – 5311183

OTOKLINIK

Keunggulan Kopling House Kharisma

1. Benar nggak kalau Honda Karisma perangkat koplingnya lebih bagus. Bisa nggak diaplikasi di Suzuki Shogun buat road race ?
2. Kenapa sih setiap di standar tengah, stang kemudi rasanya muntir ? Normal nggak, kalau nggak normal apa yang perlu diganti ?

Hadi Kurniawan
Jl. Banda 30, Gading Rejo,
Pasuruan

1. Benar juga tuh, jari-jari rumah kopling Karisma paling banyak di antara motor bebek pada umumnya. Selain itu jumlah pegas kopling standarnya, enam biji melebihi jumlah pegas kopling motor bebek lainnya. Wah pasti makin maksimal, menjepit kampas kopling dengan plat kopling. Kalau rumah koplingnya saja yang diaplikasi ke gigi skunder Shogun bisa diakali, toh pemasangannya saja memakai sistem kelingan almu. So, mesti dibawa ke tukang bubut.

2. Nah banyak konsumen yang tertipu masalah itu, pas di standar tengah stang kemudi rasanya mau patah nggak konstan pada dudukannya. Tapi nggak terlalu banyak kok perubahan yang dihasilkan. Cuman rasanya saja seperti ada perpindahan posisi stang kemudi kayak mau terlepas dari dudukannya. Hal itu diakibatkan kontruksi penempatan stang kemudi Karisma yang memakai rubber main step mounting. Fungsinya untuk meredam gonjangang yang diterima oleh jalan nggak rata, sehingga tangan nggak mudah capek.

Bingung Modifikasi Ulung

Aku punya motor Honda C-70, pingin modifikasi tapi janji difoto ya !
1. Apa ada foot step underbone khusus Honda C-70 ?
2. Berapa sih harga ban depan Ninja lengkap (tromol, kaliper dan cakram) ? dimana bisa membelinya ?
3. Sok depan apa yang cocok ?
4. Apa ada tachometer khusus buat motor C-70 ? dimana bisa membelinya dan berapa harganya ?
5. Dimana bisa membeli speedometer Yamaha Jupiter ?
6. Knalpot racing apa yang cocok diaplikasikan ke Honda C-70 ?

Ardi. N.W
Jl. Kutisari Indah Selatan V/39
Surabaya

1. Sebenarnya nggak ada sih, tapi kalau kreatif dikit. Foot step underbone yang dipakai Yamaha F1Z-R dan RG-Sport (Suzuki Satria), bisa kok diembat kemudian dimodifikasi. Ah gampang banget kok, tinggal menyesuaikan panjang tuas-tuas penghubungnya saja. Tapi pantas nggak sih kalai C-70 foot stepnya diganti model underbone ?

2. Kalau tromol dan cakram Kawasaki Ninja 600 ribu. Biar hemat kaliper dan master bisa cari milik Supra atau F1Z-R, harganya kisaran Rp. 700 ribu. Bengkel resmi atau biasa banyak menjualnya, termasuk speed shop. Lebih murah lagi bisa cari di loak Dupak. Untuk pemasangan kaliper gunakan bantuan adaptor yang lebih besar, sesuai dengan diameter cakram Ninja.

3. Mengingat suspensi depan C-70 model lengan ayun dengan bantuan sokbeker, mesti dilengserkan terlebih dulu. Ganti dengan sokbeker Supra-X yang sudah ada dudukan kalipernya, sekalian segitiganya pakai Supra-X.

4. Kalau perangkat pengapiannya masih mengandalkan platina, tentu saja nggak bisa. Tachometer yang dijual di speed shop cara kerjanya dirangkaikan dengan CDI.

5. Datang langsung ke dealer resmi Yamaha, namun untuk memastikan mana yang murah. Terlebih dulu lakukan survey ke 3 atau 4 bengkel yang menjualnya.

6. Kalau melihat dari kapasitas mesinnya, mending cari knalpot model free flow, namun panjangnya kalau bisa jangan melebihi as roda belakang. Bisa-bisa tarikan tambah berat.

Apa Sih Efek Lepas Boks Filter ?

1. Apa perbedaan Yamaha Jupiter dengan Jupiter-Z ?
2. Kalau dilihat kapasitas mesinnya Jupiter biasa, bisa nggak kapasitas mesinnya dinaikkan seperti Jupiter-Z ? dan caranya gimana ?
3. Perangkat pengapian sama atau lain, dan kalau kapasitas mesin sudah dinaikkan apa perlu diganti ?

Edi
Jl Gedang mas II, B-18,
Gedangan Permai Sektor 9,
Solo Baru.

1. Jupiter Jupiter Z
Volume silinder 101.8 cm 110.3 cm
Diameter x Langkah 49x54 51x54
Perbandingan kompresi 9 9.3
Pembatas putaran mesin tak ada ada (10700 rpm)
Sirip blok silinder Horizontal Vertikal
Karbu Mikuni VM-16 VM-17
Noken as Lebih tinggi ` 0,5 mm
Rantai camrat Konvensional Silent
Jumlah spul 8 12
Kecanggihan tekhnologi sistem pendingin piston, sama dengan tekhnologi yang diaplikasi Yamaha YZF-R1. Terdapat nozle berhubungan dengan pompa oli, yang nantinya akan menyemprotkan oli ke area kerja piston sesuai putaran mesin. Alhasil pendinginan dibagain komponen tersebut dihasilkan sangat baik.

2. Bisa saja, tapi piston kudu diganti milik Jupiter-Z. Dari diameternya saja kan beda, kalau Jupiter 49 mm dan Jupiter-Z 51 mm. Untuk blok silindernya meski bekerja sama dengan tukang bubut untuk di colter sesuai diameter piston Jupiter-Z. Dengan naiknya kapsasitas mesin, ruang bakar mesti diatur ulang sesuai kebutuhan. Paling penting atap piston jangan sampai nenggor katup, bahaya.

3. Kalau niat mengganti perangkat pengapian Jupiter-Z harus diganti secara keseluruhan. Pasalnya dari jumlah spulnya saja beda, kalau Jupiter ada 8 sedangkan Jupiter-Z jumlah spulnya 12. Tapi kalau kapasitas mesin sudah naik, namun perangkat pengapian nggak diganti nggak masalah kok.

OTOMODIFY

YAMAHA F1ZR Th. 1997-SURABAYA
The Best Racing Look

Kental nuansa drag. Begitu kesan pertama yang muncul saat melototin
Yamaha F1ZRlansiran th. 1997 ini. Gelar the best racing look saat
otomodify contest II berhasil diboyong kudabesi bernopol L 5240 RQ ini.


"Ubahan frame buritan menjadi prioritas garapan," tukas Iwan Yunanto yang gabung klub GRC (Generatiom Racing Club) Surabaya.

Sudah jadi tradisi dunia balap lempeng identik dengan upaya memperingan bobot. So, bertujuan mengejar akselerasi responsif mesin, frame dudukan jok bawaan pabrik harus direformasi. Kedua frame bulat disunat langsung dari centerbone. Dibikin ulang dari besi kotak dengan konstruksi seperti siku.

Lantas ditambahin subframe lagi buat penyangga jok. Bahannya dicomot dari bekas pijakan kaki skateboard. Akibat ubahan rangka pendek tadi, tangki bensin jadi korban empuk. Tangki pindah ke bagian depan diatas rangka tengah. Desainnya mirip tabung gas dengan kapasitas bahan bakar dua liter.

Peralatan seputar sokbreker-pun ikutan modif. Pilihan jatuh ke monosok gambot kepunyaan Hijet 1000. Pangkon dudukan dibikin model huruf U dan di posisikan agak tegak sekitar 15 derajat saja. Sedang duet velg almu Rossi R 17 kelir emas dibalut ban depan michelin 200-17 dan belakang 225-17.

Perangkat pengereman diubah disc cakram gede menggunakan Kawasaki KRR Thailand. Master plus kaliper standar pabrik disupport kampas rem Daytona dan kabel rem Kitaco yang diklaim lebih tahan panas. Handel rem dan kopling diganti dengan Turbo SE bareng grip gas label Tanabe

Racing. Makin kental dunia drag, setang jepit variasi diturunkan 15 cm agar pengendara bisa lebih merunduk saat di trek lurus. "Nggak ketinggalan stabilizer setang ikut nemplok," timpal Iwan.

:: Ogy


YAMAHA JUPITER 2002 SURABAYA
Gayanya Caem Tarikan Yahut

" Aku demen modif motor sejak dulu," ungkap Ronny. Rupanya semplakan hariannya ini memang sarat modifikasi nggak heran doi jadi jawara OMC II kelas Yamaha 4 tak.

Soal warna desain airbrushnya di garap Herry Collection. Sapuan corak grafish sengaja dimodif nggak terlalu ramai. Kesan racing terlihat kental setelah dek tengah disapu corak bendera start.

Motif grafis dirasa kurang lengkap, batok depan dan spatbor turut di brush makin marak. Tangki bahan bakar lengser," Sengaja kupasang aquarium buat terkesan unik," ujar Ronny warga Jl. Bratang Gede III/38B ini.

Body sudah keren kaki-kaki juga modif arek gaul Surabaya." Sengaja kupermak abis supaya lebih caem gaya motor ceper," bangga Ronny. Swing arm orsi lengser diganti merk posh agar makin sip.

Piranti posh nggak berhenti sampai disitu, tuas rem belakang sampai baut gaul punya. Kalter mesin jadi kamulflase, disapu corak posh jadi bikin orang awam pangling kalter mesin made in Posh.

Piranti ciet depan punya Kawak Ninja agar terkesan gagah. Makin sip corak posh ikutan nimbrung di sokbeker depan dipadu pelek TMT ukuran 160-17 dan belakang Rossi 185-17 bikin ngiler euy. " Warna Posh kuserahkan langsung pada Herry airbrush orang pertama pencipta corak posh," bangga Ronny.

Mesin semi korek
Agaknya gak salah jika piranti ciet depan diubah cakram Ninja, laju motor nggak kalah dengan kreto karapan lain." Mesin aku percayakan pada Tria Manyar," ujar cowok kurus ini.

Kop tanpa mengalami pisau bubut sedangkan lubang masuk dan buang diperhalus agar pasokan bahan bakar makin ngacir." Karbu ngadopsi CBR yang kutebus 1,3 jeti," tutur Ronny yang nggak pingin kalah dengan semplakan drag bike.

Piranti pengapian macam magnet terkena pisau bubut 2 mm. Rantai keteng sebagai penggerak noken as ngadopsi Kawak Kaze. Wahh…. tarikannya gak malu-maluin mocep nich. Gak heran jikalau semplakan milik anggota MC,S ini menjuarai kelas bebek serta maskot ceper di gelaran otomodify milik Otre." Target saya harus pulang bawa piala," ungkap Ronny, optimis.

TUNEUP MOTOR

KAWASAKI NINJA SIDOARJO
Super Kips Jago Trek Panjang

Ninja bejekan Haris Omigas emang Ninja paling tampan se Jatim dan Jateng, sory nih untuk Jabar sudah ada penghadangnya milik tim Pro Kiss.
















Ninja Haris direhab jadi KRR ini maklum dari dulu pembalap yang sudah umur ini maniak Kawasaki.
Pria yang tinggal depan Koramil Gelam, Sidoarjo ini sengaja datengin silinder Super Kips PDK versi 99 dari Thailand langsung, yang termasuk type lawas berwarna kuning emas.

Kalau dilihat dari tekhnologinya aja silinder Super Kips yang lebih unggul, putaran menengah ke atasnya lebih bagus kalau diadu sama silinder Ninja lokalan. Kapasitas mesin dihasilkan piston standar diameter 59 mm, dengan langkah 54,4 mm, kapasitas mesin diitung 148 cc.

Paling enak diajak ngebut alias ngedrag di 402 meter, di trek 201 meter kelewat dekat. Kalau dipaksa toh tetep kalah, istilahnya khasiat Super Kips belum sempat berpengaruh di rpm segitu.

Ruang bakar di silinder Super Kips menganut kompresi tinggi, perbandingannya 7,2:1, kalau Ninja lokal 6,9:1. Tipikal Super Kips, yang berat diputaran bawah.

Jendela bilas dinaikan jadi 44 dari bibir silinder, ruang bilas cuman diremer 1,5 mm keliling rata. Sedangkan lubang buang dirombak jadi 29 mm dan meremer sisi kanan kirinya 2 mm. Penerus lubang buang digawangi knalpot PDK versi racing di rpm 7000 putaran mesin ngelos tak direcokin gas bekas pembakaran.

Gigi transmisi masih pakai standar Ninja lokal, direndam minyak pelumas Sae 10W-40, kapasitasnya 870 cc. Jumlah perbandingan gigi-giginya sama dengan KRR. Gigi 1(10/27), 2(17/29), 3(20/26), 4(22/24), 5(20/21), dan 6(19/22), jumlah 6 gigi ini, sebenarnya rata, akselerasi bawah dihasilkan terlalu garang.

“Sehingga acap bikin roda depan terangkat sambil melaju,” kata Haris. So, final gir diberatin dikit, dari standarnya 14-42 jadi 13-39 kalau KRR 14-39.

Pengapian standar model magneto CDI, arusnya masih AC tanpa bantuan batery. Cuman busi aja pakai versi racing, model kaki tiga. Pilih-pilih karburator Haris, terbilang cermat.

Karbu yang dipakai disamakannya, sama karakter KRR model Mikuni VM 28. Orsi Ninja Keihin PWL 26. Lidah stoper membran dibuka sampai 12 mm, main jet 220 tambah mudah mengaya 1 liter premix campur 30 cc Motul R-800.

Sudut garpu depan 24 derajat, menjadikan tumpuan tangan mendekap stang kemudi terlalu ringan, bahaya cak. Pasal itu, suspensi depan dipelorot 10 cm, bentuk tangki ngalah alias dirombak disesuaikan badan pembalap.

Sistem suspensi belakang juga dibenahi, lengan ayun belakang diganti milik Kawasaki KRR ZX lengkap cakram belakangnya, cirinya ada stabilizer menyatu lengan ayun. Sistemnya monosok, beda dengan Ninja lokal yang pakai model uni track.

So rebound dihasilkan lebih keras, cocok menjadi obat spin bangga Haris yang kemarin di even drag juara empat kelas FFA, tapi nggak dapat duit. Lho kok bisa sih ? .

::pid


YAMAHA F1Z-R ’01 GRESIK
Api Italia Membara

“Gresik yang dikenal kota santri punya tim drag yang aktif di dunia drag bike resmi, liar males,” buka Rosyid di Jl. Raya Sukomulyo 88, Tenger, Gresik.

Bernaung dibawah tim Maju Bersama Racing, jadi modal dipikul bersama-sama begitu juga hadiah dimakan sama-sama, ketus Rosyid.

Meski nggak disupport oleh pabrikan komponen yang dipakainya tergolong bonafit, sampai-sampai beberapa perangkat daleman mesinnya sebagian dari negeri tetangga Malaysia.

Piston yang ciamik, dipakainya Yamaha Mate Malaysia diameternya 53 mm. Istimewanya atap piston tahan panas meskipun timing pengapian distel tinggi sampai 10 derajat, sebelum TMA, dipadu dengan ruang bakar berkapasitas 10,7 cc.

“Sektor pengapian kit milik spesial engine moto plat by Italia,” sergah Rosyid. Pengapian type ini biasanya diadopsi mesin mobil kate. Mudah disetel, untuk mengatur timing yang tepat.

Mekanik jadi lebih leluasa, untuk menyerasikan dengan setingan mesin yang lain dan juga bentuk sirkuit, bangga Rosyid. Sayang tuh kendalanya piston acap jebol, gara-gara rpm yang mampu tembus 13 ribu. “Sampai saat ini, piston dan silinder ganti tiga kali nih,” corocos Rosyid.

Lubang buang diremer sampai 25 mm, diteruskan knalpot YY-Pang model kalajengking versi terbaru dengan leher landai, tanpa lekukan. Kalau salah lihat pasti menganggapnya knalpot Python. Perut lebih ramping, so trek dihasilkan lebih cepat, karena tipikal ngelos memuntahkan gas sisa pembakaran.

Ukuran lubang buang 25 mm, disetarakan dengan tingginya putaran mesin. Makin tingginya putaran mesin, pemampatan di silinder, harus dikurangi, teori Rosyid berapi-api. Upaya meredam over heating, dan juga putusnya silincer.

Jendela ruang bilas naik 2,5 mm, gas segar mengalir lancar menerobos ke silinder. Sedangkan lubang transfer, diperlebar 1,5 mm keliling diakhiri dengan polesan. Makin besarnya lubang-lubang di blok silinder ini, pasokan bahan bakar jadi rakus, maunya banyak trus, supaya top speed tak loyo.

Alhasil dipakainya karbu racing Mikuni 26 mm. Jarum skep dipakainya type Q-8, dengan kontruksi sedang nggak kurus. Karbu lebih maksimal, bekerja di putaran bawah. Jarum skep lebih banyak menutup nosel, pasokan angin yang jadi kaya sedangkan bahan bakar miskin. “So pasti trek dihasilkan lebih enteng,” yakin Rosyid.

Main jet ketemu 260, sesuai dengan putaran mesin yang cepat ke rpm tinggi. Silinder jadi nggak cepat kering, meski throtle mentok. Pilot jet 22,5, cuman untuk memasok udara lebih banyak, pas mendongkrak putaran bawah.

Lidah stoper membran yang dicomot dari Daytona dibuka sampai 12 mm, mentok dudukan membran. Daun membran memakai karbon, lentur dan tambah mudah menghantar gas segar.
Final gir 12-41 menebas trek 402 meter, itu setelah rasio gigi satu dirubah menjadi (31-14), dan gigi 2(27-18), top speed jadi mudah terjangkau bangga Rosyid.