Sunday, March 25, 2007

YAMAHA F1Z ’98 SALATIGA

YAMAHA F1Z ’98 SALATIGA
Lubangi As Kruk Buat Ngetrek

Kondisi motor grasstrack nggak lepas dari rombakan rangka, sebagai penguat. Maklum basis motor grasstrack, banyak memakai motor harian. So, beberapa bagian rangka ditambahi penguat oleh Eko Lontong pada F1Z geberan Milenium.

Kaki
Tampilan motor bebek digusur setelah sokbeker orsi depan digusur oleh sokbeker depan Yamaha YZ-F lengkap dengan segitiga atas bawahnya. Tampilan motor sport tampak layaknya motor trail tulen, apalagi tangki ala SE modifikasian dipasang bersanding dengan air scoop Kawak Ninja.

“Keuntungan pake sokbreker YZ-F banyak banget, lonjakan telapak kaki makin mudah diredam,” bangga Milenium. Sokbeker belakang juga nggak kalah pentingnya, dicomotnya merk KYB yang dudukan bawahnya sudah maju 10 cm. Otomatis dudukan sokbeker bagian atas ikutan maju, sebagai penyempurnaan sistem suspensi..

MESIN
Mesin juga banyak mengalami korekan. Cuman korekan mesin lebih difokuskan untuk mengejar trek, sesuai tipikal motor grass track. Seperti pemakaian piston oversize 50 dan dihantar stang piston standar lengkap dengan as kruknya.

“Daun as kruk mengalami rombakan, untuk mengejar trek. Setiap daun dibor 17 mm sebanyak 3 buah, kanan kiri. Rpm dihasilkan lebih tinggi,” yakin Eko. “Gigi rasio mengalami rombakan, gigi 1(14-31), 2(18-27), sedangkan untuk gigi 3 dan 4 nggak terlalu penting, cukup memakai yang standar,” imbuh Eko.

Silinder nggak terlalu frontal, pasalnya lagi-lagi pengaruh dengan trek. “Porting terlalu besar, trek malah jadi berat, artinya motor mesti digiring terlebih dulu,” kata Milenium. Jendela bilas naik 0,5 mm, sedangkan lebarnya cuman sisi kiri saja yang diambil 0,5 mm. Lubang bilas juga diremer 0,5 mm, mengikuti desain aslinya.

Suplai bahan bakar dilayani Mikuni kotak 24, main jet dan pilot jet rojokan. Dimaksimalkan oleh membran Daytona double membran, dengan bukaan 9 mm.

:: pid

SUZUKI TS-125 ’97 MALANG
Lubang Bilas Landai Kurangi Gas Balik

Urusan motocross di Jatim nggak lengkap, kalau belum ada Daniel Tangka, kroser asal Malang. Selain jago melumpur Daniel ternyata piawai juga nih, modifikasi Suzuki TS-125 yang tampilannya dirubah mirip motor Spesial Engine ini.

Kaki
Sok teleskopik depan digantinya milik Suzuki RM-125 lansiran 95. Tampang depan jadi cingkrang, apalagi mono sok belakang dimodifikasi model unitrack, yang mesti menurunkan dudukan bagian atas, bisa bayangkan sendiri, kan ?.

Lengan ayun standar TS-125 dipasangi tensioner yang comot dari RM-125. Ada lagi yang aneh, kick starternya pakai spesial engine juga tuh.
Pengereman juga ciamik, rem depan comot disc brake RM-125 yang dipadukan dengan tromol

TS125 buat belakang. Manjur untuk menyetop laju velg depan Excell Takasagu 18-21, dicekik Dunlop 80/100-21. Telapak kaki belakang juga velg yang sama, ukuran 140-160, dibungkus Dunlop 100/100-18.

Mesin
Urusan ini nggak usah ragu dengan Daniel, otak utamanya karbu, so dipasangnya Mikuni 28, jeroannya Syamsul, sang pembalap enggan buka mulut, termasuk membrannya dirahasiakan.

Silinder blok juga kena jarahan, tinggi lubang buang dibuat 27. Dilanjutkan knalpot RM-125 ‘94, dan diredam silincer Pro Circuit. Dinding kanan kirinya diambil 1,5 mm melebar.

Lubang bilasnya dibuat tegak, cuman sudut dibuat landai mengurangi tekanan balik gas aktif. “Jendela lubang bilas silinder TS-125 sudah banyak, jadi tinggal dipoles,” tutur Syamsul.
Lain lagi dengan lubang transfer, lubang penerus membran ini naik 2 mm tanpa merubah model sudut, diakhiri dengan polesan. Kapasitas mesin dihasilkan piston over size 50.

Bearing high speed juga dipasangi di as kruk dan stik gigi transmisi biar perputarannya jadi lancar. Disempurnakan final gir 13-50, untuk lintasan Kenjeran.

No comments: