| Ninja Haris direhab jadi KRR ini maklum dari dulu pembalap yang sudah umur ini maniak Kawasaki. Pria yang tinggal depan Koramil Gelam, Sidoarjo ini sengaja datengin silinder Super Kips PDK versi 99 dari Thailand langsung, yang termasuk type lawas berwarna kuning emas. Kalau dilihat dari tekhnologinya aja silinder Super Kips yang lebih unggul, putaran menengah ke atasnya lebih bagus kalau diadu sama silinder Ninja lokalan. Kapasitas mesin dihasilkan piston standar diameter 59 mm, dengan langkah 54,4 mm, kapasitas mesin diitung 148 cc. Paling enak diajak ngebut alias ngedrag di 402 meter, di trek 201 meter kelewat dekat. Kalau dipaksa toh tetep kalah, istilahnya khasiat Super Kips belum sempat berpengaruh di rpm segitu. Ruang bakar di silinder Super Kips menganut kompresi tinggi, perbandingannya 7,2:1, kalau Ninja lokal 6,9:1. Tipikal Super Kips, yang berat diputaran bawah. Jendela bilas dinaikan jadi 44 dari bibir silinder, ruang bilas cuman diremer 1,5 mm keliling rata. Sedangkan lubang buang dirombak jadi 29 mm dan meremer sisi kanan kirinya 2 mm. Penerus lubang buang digawangi knalpot PDK versi racing di rpm 7000 putaran mesin ngelos tak direcokin gas bekas pembakaran. Gigi transmisi masih pakai standar Ninja lokal, direndam minyak pelumas Sae 10W-40, kapasitasnya 870 cc. Jumlah perbandingan gigi-giginya sama dengan KRR. Gigi 1(10/27), 2(17/29), 3(20/26), 4(22/24), 5(20/21), dan 6(19/22), jumlah 6 gigi ini, sebenarnya rata, akselerasi bawah dihasilkan terlalu garang. “Sehingga acap bikin roda depan terangkat sambil melaju,” kata Haris. So, final gir diberatin dikit, dari standarnya 14-42 jadi 13-39 kalau KRR 14-39. Pengapian standar model magneto CDI, arusnya masih AC tanpa bantuan batery. Cuman busi aja pakai versi racing, model kaki tiga. Pilih-pilih karburator Haris, terbilang cermat. Karbu yang dipakai disamakannya, sama karakter KRR model Mikuni VM 28. Orsi Ninja Keihin PWL 26. Lidah stoper membran dibuka sampai 12 mm, main jet 220 tambah mudah mengaya 1 liter premix campur 30 cc Motul R-800. Sudut garpu depan 24 derajat, menjadikan tumpuan tangan mendekap stang kemudi terlalu ringan, bahaya cak. Pasal itu, suspensi depan dipelorot 10 cm, bentuk tangki ngalah alias dirombak disesuaikan badan pembalap. Sistem suspensi belakang juga dibenahi, lengan ayun belakang diganti milik Kawasaki KRR ZX lengkap cakram belakangnya, cirinya ada stabilizer menyatu lengan ayun. Sistemnya monosok, beda dengan Ninja lokal yang pakai model uni track. So rebound dihasilkan lebih keras, cocok menjadi obat spin bangga Haris yang kemarin di even drag juara empat kelas FFA, tapi nggak dapat duit. Lho kok bisa sih ? . ::pid |
No comments:
Post a Comment