Saturday, March 24, 2007

TUNEUP MOTOR

KAWASAKI NINJA SIDOARJO
Super Kips Jago Trek Panjang

Ninja bejekan Haris Omigas emang Ninja paling tampan se Jatim dan Jateng, sory nih untuk Jabar sudah ada penghadangnya milik tim Pro Kiss.
















Ninja Haris direhab jadi KRR ini maklum dari dulu pembalap yang sudah umur ini maniak Kawasaki.
Pria yang tinggal depan Koramil Gelam, Sidoarjo ini sengaja datengin silinder Super Kips PDK versi 99 dari Thailand langsung, yang termasuk type lawas berwarna kuning emas.

Kalau dilihat dari tekhnologinya aja silinder Super Kips yang lebih unggul, putaran menengah ke atasnya lebih bagus kalau diadu sama silinder Ninja lokalan. Kapasitas mesin dihasilkan piston standar diameter 59 mm, dengan langkah 54,4 mm, kapasitas mesin diitung 148 cc.

Paling enak diajak ngebut alias ngedrag di 402 meter, di trek 201 meter kelewat dekat. Kalau dipaksa toh tetep kalah, istilahnya khasiat Super Kips belum sempat berpengaruh di rpm segitu.

Ruang bakar di silinder Super Kips menganut kompresi tinggi, perbandingannya 7,2:1, kalau Ninja lokal 6,9:1. Tipikal Super Kips, yang berat diputaran bawah.

Jendela bilas dinaikan jadi 44 dari bibir silinder, ruang bilas cuman diremer 1,5 mm keliling rata. Sedangkan lubang buang dirombak jadi 29 mm dan meremer sisi kanan kirinya 2 mm. Penerus lubang buang digawangi knalpot PDK versi racing di rpm 7000 putaran mesin ngelos tak direcokin gas bekas pembakaran.

Gigi transmisi masih pakai standar Ninja lokal, direndam minyak pelumas Sae 10W-40, kapasitasnya 870 cc. Jumlah perbandingan gigi-giginya sama dengan KRR. Gigi 1(10/27), 2(17/29), 3(20/26), 4(22/24), 5(20/21), dan 6(19/22), jumlah 6 gigi ini, sebenarnya rata, akselerasi bawah dihasilkan terlalu garang.

“Sehingga acap bikin roda depan terangkat sambil melaju,” kata Haris. So, final gir diberatin dikit, dari standarnya 14-42 jadi 13-39 kalau KRR 14-39.

Pengapian standar model magneto CDI, arusnya masih AC tanpa bantuan batery. Cuman busi aja pakai versi racing, model kaki tiga. Pilih-pilih karburator Haris, terbilang cermat.

Karbu yang dipakai disamakannya, sama karakter KRR model Mikuni VM 28. Orsi Ninja Keihin PWL 26. Lidah stoper membran dibuka sampai 12 mm, main jet 220 tambah mudah mengaya 1 liter premix campur 30 cc Motul R-800.

Sudut garpu depan 24 derajat, menjadikan tumpuan tangan mendekap stang kemudi terlalu ringan, bahaya cak. Pasal itu, suspensi depan dipelorot 10 cm, bentuk tangki ngalah alias dirombak disesuaikan badan pembalap.

Sistem suspensi belakang juga dibenahi, lengan ayun belakang diganti milik Kawasaki KRR ZX lengkap cakram belakangnya, cirinya ada stabilizer menyatu lengan ayun. Sistemnya monosok, beda dengan Ninja lokal yang pakai model uni track.

So rebound dihasilkan lebih keras, cocok menjadi obat spin bangga Haris yang kemarin di even drag juara empat kelas FFA, tapi nggak dapat duit. Lho kok bisa sih ? .

::pid


YAMAHA F1Z-R ’01 GRESIK
Api Italia Membara

“Gresik yang dikenal kota santri punya tim drag yang aktif di dunia drag bike resmi, liar males,” buka Rosyid di Jl. Raya Sukomulyo 88, Tenger, Gresik.

Bernaung dibawah tim Maju Bersama Racing, jadi modal dipikul bersama-sama begitu juga hadiah dimakan sama-sama, ketus Rosyid.

Meski nggak disupport oleh pabrikan komponen yang dipakainya tergolong bonafit, sampai-sampai beberapa perangkat daleman mesinnya sebagian dari negeri tetangga Malaysia.

Piston yang ciamik, dipakainya Yamaha Mate Malaysia diameternya 53 mm. Istimewanya atap piston tahan panas meskipun timing pengapian distel tinggi sampai 10 derajat, sebelum TMA, dipadu dengan ruang bakar berkapasitas 10,7 cc.

“Sektor pengapian kit milik spesial engine moto plat by Italia,” sergah Rosyid. Pengapian type ini biasanya diadopsi mesin mobil kate. Mudah disetel, untuk mengatur timing yang tepat.

Mekanik jadi lebih leluasa, untuk menyerasikan dengan setingan mesin yang lain dan juga bentuk sirkuit, bangga Rosyid. Sayang tuh kendalanya piston acap jebol, gara-gara rpm yang mampu tembus 13 ribu. “Sampai saat ini, piston dan silinder ganti tiga kali nih,” corocos Rosyid.

Lubang buang diremer sampai 25 mm, diteruskan knalpot YY-Pang model kalajengking versi terbaru dengan leher landai, tanpa lekukan. Kalau salah lihat pasti menganggapnya knalpot Python. Perut lebih ramping, so trek dihasilkan lebih cepat, karena tipikal ngelos memuntahkan gas sisa pembakaran.

Ukuran lubang buang 25 mm, disetarakan dengan tingginya putaran mesin. Makin tingginya putaran mesin, pemampatan di silinder, harus dikurangi, teori Rosyid berapi-api. Upaya meredam over heating, dan juga putusnya silincer.

Jendela ruang bilas naik 2,5 mm, gas segar mengalir lancar menerobos ke silinder. Sedangkan lubang transfer, diperlebar 1,5 mm keliling diakhiri dengan polesan. Makin besarnya lubang-lubang di blok silinder ini, pasokan bahan bakar jadi rakus, maunya banyak trus, supaya top speed tak loyo.

Alhasil dipakainya karbu racing Mikuni 26 mm. Jarum skep dipakainya type Q-8, dengan kontruksi sedang nggak kurus. Karbu lebih maksimal, bekerja di putaran bawah. Jarum skep lebih banyak menutup nosel, pasokan angin yang jadi kaya sedangkan bahan bakar miskin. “So pasti trek dihasilkan lebih enteng,” yakin Rosyid.

Main jet ketemu 260, sesuai dengan putaran mesin yang cepat ke rpm tinggi. Silinder jadi nggak cepat kering, meski throtle mentok. Pilot jet 22,5, cuman untuk memasok udara lebih banyak, pas mendongkrak putaran bawah.

Lidah stoper membran yang dicomot dari Daytona dibuka sampai 12 mm, mentok dudukan membran. Daun membran memakai karbon, lentur dan tambah mudah menghantar gas segar.
Final gir 12-41 menebas trek 402 meter, itu setelah rasio gigi satu dirubah menjadi (31-14), dan gigi 2(27-18), top speed jadi mudah terjangkau bangga Rosyid.

No comments: