Saturday, March 24, 2007

TEAM MOTOR TUNEUP

SUZUKI RG-SPORT ‘02 (JEMBER)
Utamakan Power Putaran Bawah
RG-Sport, idola para rider pasar senggol, ternyata tetap mesti dikorek biar lebih garang. Tapi korekannya mesti harus betul-betul pas.

“Gue sih demen sama Yamaha, waktu hadapi RG-Sport kelihatannya lebih handal tuh, nafasnya tak pernah kehabisan, speednya juga oke,” bilang Nur Iwan, rider pembawa bendera Inta Motor Sport di Jl. Jawa Gg IV/5, Jember.

Dari basisnya RG-Sport lebih diuntungkan, tak usah ngelihat jumlah gigi transmisinya. Bentuk mesin tegak itu aja pengaruh yang didapatkan RG-Sport sudah luar biasa, sistem pemasukan bahan bakar lebih mudah masuk ke ruang bilas, kerja mesin jadi maksimal.

Namun untuk ningkatin performance RG-Sport, kelihatannya harus bener-bener jeli menghadapi gejala perubahan yang ada. “Jangan sampai didiamkan, akibatnya bisa fatal,” ingat Nur Iwan.
Untuk jeroan mesin RG-Sport, mulai dari conecting rod, crank shaft dan piston pakai orsi tak ada yang gado-gado, “kita lebih konsekuen kejar ketahanan mesin,” ujar Indra, manager tim.

Tono dan Ambon, tukang kiliknya melandaikan sudut mulut crank case untuk mempercepat tekanan gas yang barusan dipadatkan. Porting-porting blok silinder, dioprek sesuai karakter pasar senggol.
Biar pembuangan lega untuk melibas trek pendek dan bikin pembakaran yang bersih, ekshaust manifold yang aslinya 28,5 mm, ditinggikan menjadi 24 mm dari bibir silinder.

Diteruskan dengan jalur pembuangan knalpot bikinan Thailand buat RG-Sport. Jendela ruang bilas, hanya diremer naik 0,7 mm, berkiblat dari oprekan mulut crank case serta ruang bilas model tirus, lebih besar bawah trus mengecil di bagian dalam.

Kulit jeruk di saluran masuk cuman dipoles merata. Karbu mengadopsi Mikuni plate 24, dihubungkan joint karbu Suzuki Flash yang dilengkapi tabung YEIS sebagai tampungan kembalinya gas aktif dari saluran masuk. Main jet pakai 240, memperkuat top speed. Putaran bawah digawangi pilot jet 35, “lebih gede putaran bawah lebih gesit,” analisa Ambon.

Pengapian set pakai RM-80, terurai dari magnet, fulser, CDI dan koil. Untuk saat ini memang milik RM-80 yang dapat memperbesar ampere walaupun putaran mesin yang dihasilkan masih rendah. Timing derajat pengapian diriset 8 derajat sebelum TMA, memaksimalkan putaran bawah yang kelihatannya lebih cocok di pasar senggol ala Jatim.

Begitu halnya dengan perbandingan gigi rasio, sesuai dengan Nur Iwan yang barusan naik seeded, Ambon bareng Tono mengaplikasikan perbandingan rasio berat diputaran bawahnya. “Jangan buka dulu dah, kalau dapet nyabet juara satu aja silahkan di ekspos,” timpal Nur Iwan yang juga adik kandung Muhammad Ali rider tim Moto World, Surabaya.

Kapasitas ruang bakar 10,6 cc tergolong kompresi sedang. Hal itu memaksa final gir pakai perbandingan tinggi 10 lawan 46. Semplakan baru ini dirasakan emang handal, tangga podium lima besar sering diembatnya di even kejurda.

:: pid

Yamaha F1Z-R ‘02 (Probolinggo)
Sangu Double Silinder Block
Di arena road race kelas kejurda, tim ini lumayan dikenal, pasalnya setelah tim Akas merekrut Aan, lajang dari pulau Bali tangga podium serasa direbut oleh Aan terus menerus. Jeany juga ngakui kalau Aan bener hebat.

Apalagi saat ini motor terbarunya F1Z-R lansiran ‘02, diriset oleh Andriansyah, mekanik Suzuki Denso Felix Racing Team, Jakarta. Biaya satu motor ditafsir habis Rp. 50 juta, mulai beli dari toko sampai ganti-ganti part racing.

Bukan cuman mesin aja yang dioprek, bagian rangka oleh Andriansyah juga dibenahi. Lengan ayun diperkokoh dengan adanya tambahan plat 1,5 mm disekitar dudukan sokbeker belakang.
Rangka motor juga dibikin kokoh, diberi lapisan plat dibagian dalam, “penting sekali untuk rebahan di tikungan,” terang Andriansyah ditirukan Aan.

Masalah pengabutan dicermati oleh Andriansyah. Karbu pake Mikuni plate 24, tipe Sudco lisensi Amerika dengan setingan pilot jet 25 dan main jet 230, alasannya karbu ini mempunyai jarak venturi yang cukup pendek. Dudukan jarum skep ukuran Q-0, kalau jarum skepnya 5N-13, pilihan akurat membaca irama mesin.

Diteruskan oleh pipe inlet Daytona. Konstruksinya lebih pendek dan diameternya lebih besar dengan posisi agak menyerong keluar. Membran diadopsi dari Daytona juga, dengan type double reed valve.

Lidah stoper ditekuk hingga 10,5 mm di setiap masing-masing plat lidah stoper. So pasti, buka tutup karbon dapat lebih maksimal menghantarkan gas baru yang akan diproses.

Menghindari berkurangnya tenaga saat motor berada pada putaran tinggi itu sangat penting cerocos Kiqy pendamping Aan, maka ruang bilas diperhalus. Terowongan ruang bilas yang dipoles tadi disejajarkan dengan mulut crank case yang juga dipoles.

Jendela ruang bilas, cuman dinaikkan 1,5 mm. Silinder cop nganut kompresi sedang, perbandingan kompresi dihasilkan 7,7 : 1. Stamina mesin jadi lebih tahan untuk putaran atas, nggak cepet ngedrop.

Piston mengadopsi milik FIZ merk Daytona oversize 50 dengan diameter 52,5 mm. Ternyata piston yang terlalu gede, tidak sesuai dengan suhu kota di Jatim. Jadi tiap turun balap bawa persediaan blok silinder serta piston.

Paling-paling bawa blok silinder over size 0.25 dan 0.50. “Dijamin deh jika dibarengi dengan ukuran suhu pasti ada untungnya,” terang Aan. Jika suhu sekitar sirkuit panas, paling-paling pakai piston 0.25, lebih stabil berada di putaran atas, sesuai dengan bawaan underbone yang selalu minta di rpm tinggi, kalau suhu dingin, ya sebaliknya.

Penghubung piston dengan stang tetap standard, cuman perubah gerak bolak balik piston jadi gerak putar. Kanan kirinya dicangkoki bearing high speed. Kelanjutannya saluran buang dibengkakan untuk membantu melegakan pembuangan gas bekas. Dinding bibir atas, jika diukur dari bibir silinder tinggal 26 mm.

Penerus saluran buang yang terakhir, mencomot knalpot “YY-Pang” orsi Malaysia. Knalpot ini bisa bantu mekanik, dengan model sirkuit di Jatim, dapat sedikit adaptasi yang kebanyakan tak butuh putaran menengah lebih banyak.

Untuk urusan transmisi, dipercayakan inspirasi Andriansyah, “rahasia dapur pacu,” tutur Aan, saat dikonfirmasi otre di beranda rumahnya.

Kalau baca larinya, perbandingan gigi I agak berat, gigi 2 dan 3 speed keluar, kalau gigi 4 kelihatannya masih nerusin dari akselerasi gigi 3. Setingan final gir penggerak roda 13-40, bantu mempercepat keluar tikungan di rpm 5000. Gigi primer pake standar, rangkaian kopling house standar, kampas kopling bikinan CMS.

Rangkaian pengapian lengkap ngandalkan milik Yamaha YZ-80 langsiran ‘02, mulai dari magnet, spul, fulser, cdi dan koil. Sistem pengapian ini membantu menyempurnakan pembakaran, di samping itu juga membantu kestabilan putaran mesin pada rpm atas. Fulser digeser 0,8 mm sebelum TMA, mempercepat putaran mesin waktu masih di rpm 3000.

Lumayan Jatim kini punya jagoan, hadapi pembalap Jateng Aan tak pernah gentar. Walaupun pesaingnya RG-Sport aksi rolling speednya di tikungan bikin penonton histeris, dan penunggang RG-Sport acap dibikin kalang kabut.

No comments: